AI SUDAH MENEMANI HIDUP KITA: 👉 Cerita dari 126 Juta Orang Indonesia yang Scroll, Chat, dan Hidup Bareng AI Setiap Hari

🤖👫

Pagi ini kamu buka HP, langsung disambut rekomendasi TikTok yang pas banget. Chatbot Shopee jawab pertanyaanmu secepat kilat. Foto kamu diubah jadi kartun lucu dalam hitungan detik. Tanpa disadari, semua itu kerjaannya AI — si “teman digital” yang pelan-pelan sudah jadi bagian dari hidup sehari-hari.

Tapi… apa sih kata orang Indonesia sendiri soal AI?

Continue reading AI SUDAH MENEMANI HIDUP KITA: 👉 Cerita dari 126 Juta Orang Indonesia yang Scroll, Chat, dan Hidup Bareng AI Setiap Hari

AWAS BAHAYA AI UNTUK ANAK ANDA! Pentingnya Literasi AI di Rumah dan di Sekolah

🤖👨🏻‍🦲
Pagi itu, Dika, murid kelas lima SD, menatap layar gawai dengan dahi berkerut. “ChatGPT, tolong buatkan karangan tentang pahlawanku,” tulisnya. Lima detik kemudian, paragraf demi paragraf mengalir rapi. Ia tersenyum puas — tapi ibunya hanya diam.

Di sisi lain kota, Bu Sari, guru bahasa Indonesia di sekolah semi-rural, memeriksa tugas-tugas muridnya yang semua tampak “terlalu sempurna”. Ia gelisah: “Apakah anak-anak ini masih belajar menulis, atau sekadar menyalin dari mesin?”

Continue reading AWAS BAHAYA AI UNTUK ANAK ANDA! Pentingnya Literasi AI di Rumah dan di Sekolah

Ketika Malaysia Selingkuh dengan Amerika: Indonesia Terancam Hilang Rp 100 Triliun Pajak Digital

Pada pertengahan Oktober 2025, dunia ekonomi digital Asia Tenggara mendadak riuh. Di tengah rutinitas berita politik dan gosip selebritas, Malaysia diam-diam menandatangani kesepakatan pajak digital dengan Amerika Serikat — perjanjian yang tampak teknis, tapi sesungguhnya bisa mengguncang fondasi kedaulatan fiskal di kawasan.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Menteri Keuangan Malaysia, Datuk Seri Amir Hamzah Azizan, dan Perwakilan Khusus AS untuk Urusan Ekonomi Internasional, Jay Shambaugh, di sela Pertemuan Tahunan IMF–World Bank 2025 di Washington DC. Nilainya tak besar di atas kertas—sekadar “komitmen teknis” untuk menunda pungutan pajak digital terhadap perusahaan Amerika seperti Google, Meta, Amazon, dan Apple. Tapi dampaknya bisa menggerus potensi penerimaan negara hingga miliaran ringgit.

Continue reading Ketika Malaysia Selingkuh dengan Amerika: Indonesia Terancam Hilang Rp 100 Triliun Pajak Digital

Awas! Netizen Indonesia Mangsa Empuk Penipuan Online

🥷🏿💸
“Aku pikir sudah aman, karena akunnya pakai centang biru. Ternyata palsu.”

Rani, 26 tahun, kehilangan tabungan hasil jualan online. Ia tertipu oleh akun palsu yang meniru artis idamannya.
Kisah seperti ini bukan satu dua. Nyaris setiap hari muncul korban baru — dari ibu rumah tangga, pegawai, sampai mahasiswa.

Continue reading Awas! Netizen Indonesia Mangsa Empuk Penipuan Online

TAUHID DAN BERPIKIR SISTEMIK: Menemukan Kembali Rasionalitas Ketuhanan dalam Dunia yang Terpecah

💫🌕
Ilmu pengetahuan modern membanggakan dirinya sebagai peta paling lengkap atas dunia — tapi setiap kali kita menambahkan detail, kita kehilangan makna keseluruhan.

Berabad-abad sebelum “system thinking” lahir di Barat, para teolog Islam telah mengingatkan bahwa yang memberi makna pada hubungan antar-hal bukanlah relasi itu sendiri, melainkan Sang Pencipta Relasi.

Continue reading TAUHID DAN BERPIKIR SISTEMIK: Menemukan Kembali Rasionalitas Ketuhanan dalam Dunia yang Terpecah

Neo-Kolonialisme Fashion: Saat Kita Lupa Swadeshi dan Dijajah Lagi Lewat Baju Bekas

🧵🧥👕
“Kalau kita terus senang impor baju bekas, ya jangan heran kalau pabrik tekstil tutup satu-satu.”
Purbaya Yudhi Sadewa bilang begitu di satu forum ekonomi bulan lalu. Kalimatnya ringan, tapi nadanya seperti cambuk di telinga bangsa yang doyan diskon.

Pernahkah kamu sadar, baju yang kamu beli cuma karena “flash sale 11.11” itu mungkin punya umur lebih pendek dari status cintamu di bio WhatsApp?
Ironinya, setiap kali kita tergoda “check out sekarang”, di sisi lain dunia ada jutaan buruh yang “check out” dari pabrik karena dirumahkan.
Yang lebih ironis lagi: baju bekas yang kita sumbangkan dengan rasa derma — sedang berlayar ke Afrika, menimbun pasar lokal, dan menjajah ekonomi tekstil negeri orang.

Continue reading Neo-Kolonialisme Fashion: Saat Kita Lupa Swadeshi dan Dijajah Lagi Lewat Baju Bekas

Strategi Jenius Nvidia: Mahakarya Bisnis AI atau Ilusi Finansial?

Di dunia bisnis biasa, pabrik menjual barang, pembeli membayar, lalu cerita selesai.
Tapi di dunia Jensen Huang, si pendiri Nvidia, kisah itu diputar balik seperti film fiksi ilmiah:
vendor-nya ikut membiayai pembelinya.
Begitu chip keluar dari pabrik, uang kembali lewat jalur investasi.
Hasilnya? Valuasi Nvidia melesat ke 4,5 triliun dolar AS — setara 24 kali APBN Indonesia.

Apakah ini mahakarya strategi bisnis AI?
Atau justru ilusi finansial yang menunggu waktu untuk meletus?

Continue reading Strategi Jenius Nvidia: Mahakarya Bisnis AI atau Ilusi Finansial?

KETIKA 3,5% ETANOL MENJADI 100% POLEMIK PERTAMINA VS SPBU ASING (ditulis 10 Oktober 2025)


Beberapa minggu terakhir, papan bertuliskan “Bensin Habis” kembali muncul di SPBU swasta seperti Shell dan BP. Konsumen kebingungan, media heboh, dan di grup WhatsApp para profesional energi, diskusi pun memanas.
Isunya terdengar sepele — kandungan etanol 3,5% dalam bensin Pertamina — tapi di balik angka kecil itu, mengalir persoalan besar: soal keadilan regulasi, kualitas layanan, dan kepercayaan publik.

Continue reading KETIKA 3,5% ETANOL MENJADI 100% POLEMIK PERTAMINA VS SPBU ASING (ditulis 10 Oktober 2025)

Laskar Minyak: Bara Api Kemerdekaan dan Kisah Lahirnya Pertamina

Sejarah kemerdekaan Indonesia sering kita dengar lewat kisah tembakan, pertempuran, dan pekik “Merdeka!” yang menggema di udara.
Namun di balik gemuruh senjata, ada api lain yang tak kalah dahsyat: api kilang minyak.

Dari Pangkalan Brandan hingga Plaju, dari Cepu hingga Jambi — ratusan buruh dan pegawai minyak menjelma menjadi Laskar Minyak:
barisan pekerja yang mempertahankan republik dengan kunci pas, bahan bakar, dan tekad yang menyala.

Continue reading Laskar Minyak: Bara Api Kemerdekaan dan Kisah Lahirnya Pertamina

Ekonomi yang Tumbuh ke Dalam: Jalan Sehat Kemakmuran Bersama (Kelas Ekonomi Populer)

Pernahkah Anda merasa heran: ekonomi Indonesia katanya tumbuh, tapi kenapa lapangan kerja bagus masih sulit?
Mengapa kota makin ramai pusat belanja, tapi pabrik baru tidak banyak terdengar?

Mari kita mulai dengan satu rumus sederhana — jantung dari ekonomi makro:

> PDB = C + I + G + (X – M)

Di mana:
▪️C adalah konsumsi rumah tangga,
▪️I investasi,
▪️G pengeluaran pemerintah, dan
▪️X – M ekspor dikurangi impor.

Continue reading Ekonomi yang Tumbuh ke Dalam: Jalan Sehat Kemakmuran Bersama (Kelas Ekonomi Populer)