Di artikel sebelumnya, saya menulis tentang dua wajah ancaman dari sistem AI otonom, virus bertenaga-AI dan agen berkemampuan-viral, dua ujung sumbu yang sama-sama menggambarkan ancaman yang datang dari luar, menembus batas yang sengaja dipasang untuk mengurungnya. Selain itu ada persoalan lain yang sedang berlangsung sekarang juga, ini tidak menembus apa-apa. karena kita sendiri yang membukakan pintunya saat melakukan pengembangan sistem informasi menggunakan tool AI. Satu commit demi satu commit, setiap hari, di repositori kode yang kita anggap biasa saja tapi kedepannya akan dimakan AI untuk memperbarui modelnya.
Googling “ai generated code yang masuk github/gitlab” mendapati hasil survei terhadap lebih dari 1.500 pengembang dan pembuat keputusan teknologi di enam negara pada Juni 2026, menemukan bahwa hampir semua organisasi kini memakai dua alat coding AI atau lebih, dan mayoritas mengaku kode mereka ditulis dan di-commit lebih cepat sejak memakai alat-alat itu. Bagus lah. Tapi temuan berikutnya lebih menarik: hampir separuh responden mengaku kesulitan membedakan mana kode buatan AI dan mana yang ditulis manusia, di dalam basis kode mereka sendiri. Dan ketika ditanya soal insiden produksi yang benar-benar terjadi, sepertiga organisasi yang mengalaminya mengaku tidak bisa memastikan apakah kode buatan AI ikut andil di dalamnya, meskipun mayoritas tadinya yakin mereka bisa menentukannya dalam waktu 24 jam.
Continue reading Kode Buatan AI, Verifikasi oleh AI, dan Risiko Loop Tertutup dalam Pembentukan Model Berikutnya



