
Arief Prihantoro
Membaca Strategi Komunikasi Politik Pemerintahan Prabowo di Era Cognitive Warfare

Dalam politik modern, kekuasaan tidak hanya dipertahankan melalui instrumen hukum, aparatus birokrasi, atau kekuatan sumber daya ekonomi, kekuasaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan institusi negara, Kekuasaan juga ditentukan melalui kemampuan membentuk cara masyarakat memahami realitas. Karena itu, pertarungan politik kontemporer tidak lagi berlangsung semata-mata di parlemen, ruang rapat kabinet, atau arena pemilu, melainkan juga di dalam pikiran manusia.
Di era digital, siapa yang berhasil mendefinisikan realitas sering kali lebih berpengaruh daripada siapa yang sekadar menguasai fakta. Hal ini merupakan salah satu kajian dalam Sosioinformatika.
Karena itulah politik abad ke-21 semakin bergerak dari arena perebutan kekuasaan menuju arena perebutan makna.
Dalam konteks Indonesia, fenomena tersebut terlihat jelas dalam berbagai upaya komunikasi publik yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Continue reading Roadshow Kampus, Perang Narasi, dan Perebutan Ruang Kognitif










