
Arief Prihantoro
Ada ironi sejarah yang terus berulang dalam diskursus ekonomi perdesaan. Koperasi, sebuah lembaga yang secara filosofis lahir dari rahim kesadaran kolektif warga untuk melawan dominasi kapitalisme dan eksploitasi tengkulak secara independen (bottom-up), berulang kali dijinakkan oleh kekuasaan. Negara, dengan dalih akselerasi pembangunan, efisiensi logistik, dan pengentasan kemiskinan masif, kerap hadir mengambil alih kemudi. Fenomena peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Indonesia menjadi panggung terbaru dari atraksi rekayasa kelembagaan ini (state-driven institutional engineering).
Ketika para pengambil kebijakan mengklaim KDKMP sebagai terobosan baru ekonomi kerakyatan, pengamatan kritis terhadap struktur tata kelolanya justru mengungkapkan cerita lain. KDKMP, yang dioperasikan dengan keterlibatan kuat BUMN seperti PT Agrinas Pangan Nusantara serta infrastruktur komando negara, bukanlah entitas otonom murni. Ia adalah bentuk hibrida: secara legal-formal berstatus koperasi, tetapi secara substansi operasional berjalan sebagai jaringan distribusi negara terpusat.
Continue reading Koperasi Komunis: Anatomi Hibrida KDKMP dalam Bayang-Bayang Komunisme VCA Vietnam dan Kolkhoz Uni Soviet

