
Arief Prihantoro
INTERNAL MODEL: Mengapa Otak Lebih Sering Menebak daripada Melihat
Artikel ini merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya, “Roadshow Kampus: Perang Narasi dan Perebutan Ruang Kognitif”, yang membahas bagaimana ruang publik modern telah bergeser dari perebutan fakta menuju perebutan makna. Dalam tulisan tersebut saya menunjukkan bahwa pada era media sosial, pertarungan komunikasi tidak lagi semata-mata berkaitan dengan siapa yang memiliki data paling akurat, melainkan siapa yang lebih dahulu membentuk cara publik memaknai data tersebut. Namun, pembahasan itu menyisakan satu pertanyaan yang lebih mendasar. Jika makna memang dapat diperebutkan, di manakah sebenarnya makna itu dibentuk? Apakah di media, di bahasa, atau justru di dalam diri manusia ketika ia memahami dunia? Tulisan ini berangkat dari pertanyaan tersebut.
Pernahkah kita menyaksikan dua orang menghadiri peristiwa yang sama, mendengar pidato yang sama, membaca berita yang sama, tetapi pulang dengan keyakinan yang sama sekali berbeda?
Continue reading BAGAIMANA FAKTA MENJADI REALITAS?


