
– Arief Prihantoro –

Di Bawah Bayang-Bayang Algoritma
Dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, tidak sedikit konsep yang pada mulanya lahir sebagai alat untuk menjelaskan suatu gejala, tetapi perlahan berubah menjadi cara berpikir yang hampir tidak pernah lagi dipertanyakan. Semakin sering konsep tersebut digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena, semakin kecil pula kecenderungan untuk meninjau kembali asumsi-asumsi yang melahirkannya. Pada titik tertentu, perhatian ilmiah tidak lagi diarahkan kepada fondasi konseptualnya, melainkan kepada berbagai persoalan baru yang tumbuh di atasnya. Ketika keadaan itu terjadi, sebuah paradigma sesungguhnya sedang bekerja dalam bentuknya yang paling kuat: bukan karena ia selalu benar, melainkan karena ia telah diterima sebagai titik berangkat yang nyaris tak lagi dipersoalkan.
Barangkali keadaan semacam itu sedang berlangsung dalam cara kita memahami komunikasi pada era digital. Dalam beberapa tahun terakhir, hampir setiap pembahasan mengenai komunikasi politik bersinggungan dengan algoritma. Polarisasi politik, disinformasi, deepfake, filter bubble, echo chamber, microtargeting, hingga menurunnya kualitas ruang publik, semakin sering dijelaskan melalui cara kerja algoritma. Istilah tersebut bukan lagi sekadar menunjuk pada prosedur komputasional, melainkan telah menjadi pusat penjelasan bagi beragam fenomena komunikasi kontemporer.
Kecenderungan tersebut tampak jelas dalam Webinar Nasional “Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma” yang diselenggarakan oleh Majelis Pengurus Pusat ICMI pada 15 Juli 2026. Forum yang menghadirkan pembicara dari kalangan pemerintah, akademisi, dan praktisi teknologi informasi tersebut memperlihatkan betapa luasnya persoalan yang kini dikaitkan dengan algoritma. Mulai dari penyebaran disinformasi, polarisasi politik, tata kelola platform digital, hingga perkembangan Kecerdasan Tiruan, seluruhnya dibahas sebagai bagian dari perubahan besar yang sedang terjadi pada ekosistem komunikasi.
Continue reading Dari Informasi Menuju Epistemic State – Membaca Ulang Komunikasi Politik di Era Algoritma



