Kualitas Percakapan Internet di Era Scroll Tiada Henti

April 2026


Abstrak

Internet hari ini beroperasi di bawah pola seragam: maksimalkan perhatian, kumpulkan data, produksi konten tanpa henti. Artikel ini memetakan dua respons yang muncul secara bersamaan terhadap pola tersebut. Pertama, respons dari ekosistem konten bermutu: kreator dan platform yang secara sengaja membangun mekanisme komitmen sebagai pengganti metrik viral, meliputi Veritasium, 3Blue1Brown, Kurzgesagt, Khan Academy, Nebula, dan Substack. Kedua, respons dari negara, berupa gelombang kebijakan yang melarang atau membatasi akses pengguna di bawah 16 tahun ke platform media sosial, dipimpin Australia pada Desember 2025 dan diikuti oleh sejumlah negara Eropa serta belasan negara bagian Amerika Serikat. Artikel ini berargumen bahwa kedua respons ini, meski berbeda instrumen, sama-sama mengakui satu diagnosis: platform yang dirancang untuk memaksimalkan keterlibatan dangkal tidak netral terhadap kualitas konten dan tidak aman bagi pengguna yang belum matang secara kognitif dan emosional.


Continue reading Kualitas Percakapan Internet di Era Scroll Tiada Henti

Lautan Entropi Konten Internet

Saat ini berbagai macam data, entah fakta entah fiksi, tumpah ruah memasuki otak kita terutama melalui layar dan speaker komputer dalam bentuk desktop, laptop, tablet dan terutama martphone. Bagaimana menyikapi pesan, berita, artikel, foto, video yang terus mengguyur otak kita? Bagaimana menyaringnya? Bagaimana mengambil manfaatnya?

Dulu, bersama mas Budi Rahardjo dan satu lagi berinitia HKU (kalau tidak salah singkatan dari Hendarmaji K Utomo), mengembangkan platform komunikasi sosial dengan nama Negeri Isnet (NI) menggunakan teknologi MUD yang waktu itu banyak dipakai untuk membuat RPG (role playing game). Platform itu kami rancang dengan strukturi ulang dari game oriented menjadi ruang interaksi sosial: ada ruang diskusi, papan pengumuman, arsip percakapan, bahkan perpustakaan kecil untuk menyimpan referensi.

Berbeda dengan sistem game on-line pada umumnya, NI menuntut pengguna untuk join dengan identitas nyata. Waktu itu proses otentikasinya sederhana saja, pengguna baru bisa mendaftar dengan rekomendasi minimal 2 pengguna lama. Cara ini mengikuti model membership mailing-list is-lam@isnet.org (milis ini sempat berganti-ganti domain sampai Isnet punya server dan domain sendiri meskipun waktu itu koneksi internetnya nebeng di kampusnya mas Budi Rahardjo).

Continue reading Lautan Entropi Konten Internet