
Belakangan ini sering berpikir, apa yang mempengaruhi perjalanan hidup saya sehingga menjadi Bambang Nurcahyo Prastowo seperti ini? Sudah tepat kah keputusan-keputusan yang saya ambil di masa lalu? Bagaimana mengukur level ketepatan itu? Dipikir-pikir lebih lanjut, ternyata tidak banyak keputusan yang saya ambil murni dari sejumlah pilihan bebas seolah-olah semua sudah ditetapkan.
Semua ditentukan dari faktor luar: harus mendaftar UGM karena waktu itu PT paling murah. Harus pilih MIPA karena waktu itu merupakan program studi dengan ratio pendaftar-diterima paling rendah. Harus berangkat sekolah ke luar negeri karena ada tawaran beasiswa. Harus menikah dengan wanita yang menjadi istri saya sekarang karena dia yang pertama kali menyatakan bersedia setelah sekian yang dilamar sebelumnya menolak.
Buku di foto itu membahas efek kupu-kupu pada perjalanan sejarah dunia dan perjalanan sejarah kita sendiri. Di pendahuluan, Brian Klaas menceritakan tahun 1026 H. L. Stimson dan istrinya bertamasya ke Kyoto. Mereka sangat terkesan dengan keindahan kota itu.
Hampir 20 tahun kemudian, para petinggi militer melakukan seleksi kota-kota di Jepang yang akan dijadikan target bom atom. Kyoto termasuk kandidat utama karena ada kompleks industri pesawat terbang di situ. Prioritas berikutnya adalah Hiroshima, Kokura, Niigata dan belakangan ditambahkan Nagasaki.
Pada waktu itu, Stimson adalah petinggi sipil di Kementerian Pertahanan, karena pernah mengunjunginya, di rapat-rapat rencana pengeboman, dia berkeras Kyoto tidak boleh dihancurkan karena alamnya sangat indah. Para jenderal perang yang belum pernah mengunjungi Kyoto tentu tidak peduli itu namun Stimson berhasil meyakinkan presiden Truman untuk mengecualikan Kyoto.
Bom pertama berhasil dijatuhkan di Hirosima. Bomber kedua diarahkan untuk dijatuhkan di Kokura. Namum saat sampai di atas lokasi, cuaca tidak cukup baik untuk bisa menemukan sasaran sehingga bombor hanya berputar-putar saja di atas. Saat pesawat mendekati Nagasaki, ada celah awan sehingga kota itu terlihat jelas. Karena Nagasaki masuk dalam daftar target, dan bahan bakar sudah menipis, akhirnya bom kedua dijatuhkan di kota itu.
Pembahasan dimulai dengan mempertanyakan bagaimana paket wisata Kyoto menyelamatkan ratusan ribu penduduk kota itu? Bagaimana kondisi cuaca dan volume bahan bakar bisa memindahkan bencana bom atom dari Kokura ke Nagasaki, kota yang bahkan pada mulanya sama sekali tidak diperhitungkan?
Di buku sepanjang 300-an halaman, Klaas beragumentasi bahwa kita tidak sepenuhnya memiliki kendali penuh atas hidup kita sendiri dan mengajak pembaca merangkul ketidakpastian serta kekacauan sebagai bagian tak terpisahkan dari eksistensi kehidupan.
Menariknya (ini pikiran saya sendiri, bukan dari buku itu) orang-orang beragama membingkai ketidakpastian dan kekacauan itu sebagai kepastian dari Tuhan.

Reading this slowly and letting each paragraph land before moving on, and a stop at shorevolume earned the same patient approach, content that rewards slow reading rather than speed is content with real density and the writers here are clearly producing work that benefits from the careful eye rather than the rushed scan.
Honestly enjoyed every minute spent here, that is not something I say lightly, and a look at waveharbormerchantgallery confirmed I will be back, the bar for spending time online is high for me these days but this site clears it without effort which is high praise indeed from this reader who is usually rather demanding.
Reading this prompted me to dig out an old reference book related to the topic, and a stop at shorevolume extended that connection to other sources, content that connects me back to my own existing knowledge rather than asking me to forget it is content with continuity and this site has that continuous quality.
Big thanks to whoever wrote this, you saved me a lot of time hunting for the same info on other sites, and a stop at waveharbormerchantgallery only added more useful detail without going off topic, that kind of focus is honestly hard to come across these days when most posts wander everywhere.
Closed it feeling slightly more competent in the topic than I started, and a stop at shorevolume reinforced that competence boost, real learning is rare in casual online reading but it does happen sometimes and this site managed to make it happen for me today which is genuinely worth pausing to acknowledge.