– Arief Prihantoro –

Wajah adalah kanvas emosi yang paling jujur. Gerakan kecil di sudut bibir atau kerutan pada dahi sering berbicara lebih banyak daripada kata-kata. Otak kita, sebagai hasil evolusi jutaan tahun, sudah sangat piawai membaca isyarat halus ini secara otomatis. Bahkan sebelum kita menyadarinya, otak sudah menebak: “Dia sedang senang,” atau “Ada yang membuatnya terkejut”. Artikel ini akan menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) mencoba meniru cara kerja otak itu—mulai dari mengamati gambar wajah hingga menghubungkan dengan “percakapan” tentang gambar tersebut.
Continue reading Bagaimana AI Mengenali Ekspresi Manusia dengan Meniru Cara Kerja Otak







