‘Otak Holografik’, Misteri Engram dan Revolusi Pandangan Terhadap Otak

Arief Prihantoro

Misteri Engram dan Revolusi Pandangan Terhadap Otak

Selama puluhan tahun, ilmu saraf berusaha menjawab salah satu pertanyaan terbesar mengenai fungsi kognitif manusia: Bagaimana tepatnya ingatan (memori) disimpan di dalam otak?

Pandangan tradisional dalam neurosains yang berpegang pada model lokalisasi, dimana memori spesifik, atau yang disebut “engram,” dianggap tersimpan dalam struktur tertentu, seperti sekelompok neuron atau sinaps yang diperkuat, di lokasi yang dilindungi.

Continue reading ‘Otak Holografik’, Misteri Engram dan Revolusi Pandangan Terhadap Otak

Inklusi Disabilitas pada Proses Pengembangan AI

Sebuah studi penting terhadap para praktisi AI di perusahaan teknologi besar baru saja dirilis awal bulan Oktober ini. Temuannya mengungkap sebuah kebenaran pahit: isu inklusi disabilitas sering kali diabaikan dan dipinggirkan dari proses inti pengembangan AI.

Iya. Ketika kita merayakan kemajuan AI Generatif (GenAI), ada kelompok pengguna yang secara diam-diam ditinggalkan. Mereka adalah kelompok Penyandang Disabilitas (People with Disability/PWD).

Credit Ideogram
Continue reading Inklusi Disabilitas pada Proses Pengembangan AI

Panduan Singkat Menulis di socioinformatics.id

Selamat datang di komunitas Masyarakat Informatika Sosial Indonesia (MISI).

Website ini dibangun sebagai ruang berbagi gagasan, pengetahuan, dan pengalaman di bidang informatika sosial. Kami percaya, tulisan adalah salah satu cara paling efektif untuk menyebarkan wawasan dan memperkuat jejaring intelektual di antara anggota komunitas.

Agar setiap anggota dapat berkontribusi dengan mudah, kami menyusun panduan sederhana ini. Panduan ini berisi langkah-langkah mulai dari pendaftaran akun, aktivasi peran sebagai penulis (Author), hingga proses menulis dan mempublikasikan artikel di website MISI.

Harapannya, panduan ini bisa menjadi pegangan praktis bagi anggota baru maupun lama yang ingin menyalurkan ide melalui tulisan. Dengan adanya standar teknis yang sama, kita dapat menjaga konsistensi kualitas dan kerapihan artikel yang tampil di website MISI.

Kami mengajak semua penulis dengan semangat berbagi, menggunakan bahasa yang jelas, sopan, dan mudah dipahami. Setiap artikel adalah kontribusi berharga untuk memperkaya wacana dan memperkuat misi kita bersama: membangun ekosistem pengetahuan yang inklusif, kritis, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Selamat menulis dan berkarya!

Administrator MISI

Continue reading Panduan Singkat Menulis di socioinformatics.id

Teknologi Tidak Akan Pernah Netral

Absurd. Saya masih memikirkan percakapan imajiner antara Tan Malaka dengan Geoffrey Hinton tentang AI. Padahal itu jelas di generate ChatGPT oleh saya lewat prompt. Respon yang diperoleh dari peramalan kata oleh algoritma.

Tokoh yang satu masih hidup, lainnya sudah berkalang tanah. Tetapi seperti dipaksa-bangkit kembali dari kubur gegara pertanyaan tentang AI.

Timnit Gebru
Continue reading Teknologi Tidak Akan Pernah Netral

Membayangkan Indonesia Dijalankan oleh Agen AI

Kemarin siang, iseng scroll Instagram. Sebuah carousel dari @okkisusanto menarik perhatian saya.

Slide pertamanya berisi gambar hitam putih dengan sosok Puan Maharani di podium, dan tulisan besar yang menohok: “Jika 90% Pejabat Diganti AI, Indonesia Akan Tetap Baik-baik Saja. Iya Gak? Mari kita tanya ChatGPT!”

Continue reading Membayangkan Indonesia Dijalankan oleh Agen AI

Webinar MISI #028 Makna Literasi di Era Dominasi Media Sosial

Host dan Moderator Webinar #028 Masyarakat Informatika Sosial Indonesia (MISI), mengundang teman-teman semua untuk menghadiri diskusi on-line:

Topik: Makna Literasi di Era Media Sosial
Pemantik Diskusi: Suherman, Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat ASEAN

Platform: Zoom Conference di s.id/WebinarMISI2
Tanggal: 5 September 2025
Jam: 20:00-22:00 WIB
Host: Agus Fanar Syukri, Peneliti Ahli Utama, BRIN
Moderator: Bambang Nurcahyo Prastowo, anggota C3R, FMIPA, UGM
Link Youtube: Webinar MISI #028

Madilog dan Algoritma: Dialog Imajiner Tan Malaka & Geoffrey Hinton

Pengantar

Dialog imajiner ini mempertemukan dua sosok lintas abad yang sama-sama berpengaruh dalam dunia pemikiran:  Ibrahim S. Sutan Datuk “Tan Malaka” (1897–1949), revolusioner dan filsuf Indonesia yang menggagas Madilog sebagai dasar berpikir ilmiah dan kritis; serta Geoffrey Hinton (1947–), ilmuwan komputer peraih Turing Award 2018 yang dikenal sebagai Godfather of AI.

Pertemuan keduanya—meski hanya dalam imajinasi—menjadi menarik karena mewakili dua arus besar yang relevan di tengah perkembangan kecerdasan buatan yang semakin pesat tetapi juga menimbulkan kecemasan global.

Continue reading Madilog dan Algoritma: Dialog Imajiner Tan Malaka & Geoffrey Hinton

Operasionalisasi Perlindungan Data Pribadi di Dunia Siber

Ada mahasiswa yang mengeluh ke saya kalau data pribadinya diumbar oleh pihak UGM. Dia memberi contoh data pengumuman kelulusan program studi tertentu diberikan dalam bentuk file PDF daftar nama-nama yang bisa diunduh dari web UGM begitu saja. Keluhan ini sah dan saya berjanji akan membicarakannya dengan Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM. Masalah perlindungan data pribadi menurutku cukup rumit. Kita perlu mencari jalan tengah yang masuk akal antara kemudahan berkomunikasi dan menjaga kerahasiaan.

Saya pribadi berpikiran bahwa mustahil kita bisa melindungi kerahasiaan data 100%. Data dibuat untuk dikomunikasikan. Begitu terjadi komunikasi, maka tingkat kesulitan merahasiakannya menjadi dua kali lipat atau sekian kali lipat bergantung pada jumlah pihak yang terlibat dalam komunikasi itu. Kesulitan akan terus bertambah berlipat ganda eksponensial seiring dengan pertambahan jumlah pihak yang berkepentingan dengan data yang bersangkutan.

Continue reading Operasionalisasi Perlindungan Data Pribadi di Dunia Siber

AI sebagai Simulakra: Ilusi yang Memikat, Risiko yang Mematikan

Beberapa waktu lalu, publik dikejutkan oleh berita tentang Adam Raine, seorang remaja 16 tahun asal California Selatan, Amerika Serikat, yang mengakhiri hidupnya setelah berbulan-bulan bercakap dengan chatbot AI.

Sebelum meninggal pada 11 April 2025, Adam mengunggah foto ke ChatGPT yang tampaknya menunjukkan rencana bunuh diri. Ketika dia bertanya apakah rencana itu akan berhasil, ChatGPT menganalisis metodenya dan menawarkan untuk membantunya “memperbarui” rencana tersebut.

Cuplikan percakapan ini diperoleh kedua orangtuanya, Matt dan Maria Raine, di ponsel milik Adam.

Continue reading AI sebagai Simulakra: Ilusi yang Memikat, Risiko yang Mematikan