Pada pertengahan Oktober 2025, dunia ekonomi digital Asia Tenggara mendadak riuh. Di tengah rutinitas berita politik dan gosip selebritas, Malaysia diam-diam menandatangani kesepakatan pajak digital dengan Amerika Serikat — perjanjian yang tampak teknis, tapi sesungguhnya bisa mengguncang fondasi kedaulatan fiskal di kawasan.
Penandatanganan itu dilakukan oleh Menteri Keuangan Malaysia, Datuk Seri Amir Hamzah Azizan, dan Perwakilan Khusus AS untuk Urusan Ekonomi Internasional, Jay Shambaugh, di sela Pertemuan Tahunan IMF–World Bank 2025 di Washington DC. Nilainya tak besar di atas kertas—sekadar “komitmen teknis” untuk menunda pungutan pajak digital terhadap perusahaan Amerika seperti Google, Meta, Amazon, dan Apple. Tapi dampaknya bisa menggerus potensi penerimaan negara hingga miliaran ringgit.
Continue reading Ketika Malaysia Selingkuh dengan Amerika: Indonesia Terancam Hilang Rp 100 Triliun Pajak Digital