Di dunia bisnis biasa, pabrik menjual barang, pembeli membayar, lalu cerita selesai.
Tapi di dunia Jensen Huang, si pendiri Nvidia, kisah itu diputar balik seperti film fiksi ilmiah:
vendor-nya ikut membiayai pembelinya.
Begitu chip keluar dari pabrik, uang kembali lewat jalur investasi.
Hasilnya? Valuasi Nvidia melesat ke 4,5 triliun dolar AS — setara 24 kali APBN Indonesia.
Apakah ini mahakarya strategi bisnis AI?
Atau justru ilusi finansial yang menunggu waktu untuk meletus?






