Saya baru dapat berita Instagram yang mengabarkan ada perusahaan AI membeli buku jadul besar-besaran untuk discan dengan cepat. Disebutkan high speed scanner yang digunakan perlu memotong punggung buku. Setelah selesai, buku yang terlanjur rusak jahitan bendelnya langsung dihancurkan untuk direcycle.
Dari googling, saya temukan artikel guardian yang membahas itu. Toko buku jadul di Australia mulai curiga karena ada pembelian buku jadul besar-besaran. Masalahnya, banyak buku jadul itu sudah bersifat langka. Kalau kemudian dihancurkan, meskipun ada copy digitalnya, keaslian tulisan menjadi sulit dibuktikan seperti ijazah Jokowi. Bagaimana kita meneliti keberadaannya kalau para pembaca buku tertentu sudah meninggal dan bukunya sudah tidak bisa ditemukan?
Kita tahu ada masalah halusinasi di AI. Tidak tertutup kemungkinan pengelola sistem AI demi kepentingan tertentu bisa “manulis” buku dengan style jadul dan dibuat versi “scan” digitalnya kemudian diclaim sebagai referensi yang buku aslinya dinyatakan sudah dihancurkan.
