
Setiap kali dunia pendidikan membicarakan keterampilan masa depan, perbincangan hampir selalu dipenuhi istilah yang terdengar mutakhir: kecerdasan buatan, literasi digital, kreativitas, kolaborasi, dan seterusnya. Daftar ini terus bertambah seiring perkembangan teknologi, seolah pendidikan selalu tertinggal dan harus berlari mengejar masa depan. Namun di balik euforia tersebut, ada persoalan mendasar yang jarang dibicarakan secara jujur: sebagian besar keterampilan yang disebut “masa depan” justru berdiri di atas fondasi yang semakin rapuh, yaitu kemampuan membaca, menulis, dan berhitung dalam makna yang sesungguhnya.
Continue reading Calistung: Future Skill untuk Memasuki Lapangan Kerja Masa Depan







